PCB adalah komponen penting dalam dunia elektronika. PCb menjadi
sangat spesial karena komponen tersebut tidak dijual dipasaran. Yang
dimaksud disini tentunya PCB yang sesuai dengan skema rangkaian yang
kita perlukan, karena jika PCb polos atau PCb pola lubang masih bisa
kita temui.
Jika saat sekolah kita dikenalkan dengan kertas kotak-kotak untuk proses
layout manual, kini seiring dengan perkembangan komputer maka pekerjaan
layout menjadi semakin mudah dengan bantuan software bantu layout PCB.
Beberapa software layout yang umum dipakai adalah EAGLE, PROTEUS,
PROTEL, ORCAD, DIPTRACE, FREEPCB dan masih banyak lagi. Masing-masing
tentunya punya kelebihan dan kekurangan yang menjadikan pertimbangan
kita untuk menentukan pilihan.
Sesuai judul diatas, kali ini kita fokuskan pilihan pada DIPTRACE buatan
Novarm corp. Sebagai software pendatang baru, DIPTRACE layak
diperhitungkan karena banyaknya library dan fitur “convert to PCB” serta
tidak ketinggalan fitur “auto router” -nya. Namun yang paling tidak
bisa ditolak adalah versi Freeware-nya yang mengijinkan kita untuk
layout sampai 300pin, cukup untuk layout modul yang cukup lumayan
lengkap.
Download dan Instalasi DIPTRACE
DIPTRACE dapat didownload di situs resmi DIPTRACE yaitu http://www.diptrace.com
Terdapat 4 macam file yang bisa kita download yaitu:
1. Diptrace 32bit trial 30hari unlimited download
2. Diptrace 64bit trial 30hari unlimited download
3. Dipfree 32bit selamanya 300pin download
4. Dipfree 64bit selamanya 300pin download
Setelah di download diptrace langsung bisa diinstal pada komputer.
Pastikan file yang diinstal sesuai dengan sistem operasi yang dipakai,
32bit atau 64bit. Proses instalasi tidak terlalu rumit, cukup klik Next
beberapa kali sampai finish.
Setelah diinstal, pada start menu akan muncul folder diptrace yang
berisi beberapa shortcut seperti Component Editor, Pattern Editor,
Schematic, dan PCB Layout. Selain itu Diptrace juga menyediakan panduan
memulai program diptrace dari awal sampai jadi dalam Shortcut Tutorial.
Proses layout PCB
A. Proses pembuatan skema
1. Buka aplikasi Schematic, jika ada pop up windows getting start
silahkan di close saja. (bagi yang mudeng bahasa inggris bisa juga di
baca-baca DIPTRACE tutorial nya).
2. Ubah unit menjadi mm (milimeter) pada menu View > Unit > mm.
3. Setup library dengan masuk ke menu Library > Library Setup lalu
centang “Get Libraries from folder” kemudian browse ke folder
“C:\Program Files\DipTrace\Lib”.
4. Jika terganggu dengan background putih, silahkan diganti mode color
pada menu View > Color ganti template “White background” dengan
“Black background”.
5. Pastikan toolbar component dan toolbar libraries dalam kondisi aktif,
jika tidak maka aktifkan melalui menu View > Toolbar lalu centang
Libraries dan Components.
6. Klik “Discrete” pada toolbar Libraries lalu ambil resistor dengan
memilih komponen “RES” pada toolbar ‘Components”, kemudian klik pada
sheet/area gambar sebanyak 4 kali kamudian klik kanan/escape untuk
kembali ke mode default.
7. Ambil komponen elco dengan memilih “CAP100RP” juga pada toolbar
Components, kemudian taruh di sebelah kanan resistor tadi sebanyak 4
kali juga.
8. Hubungkan antar kaki komponen seperti pada gambar berikut ini.
9. Simpanlah dengan klik menu File > Save as.
B. Proses konversi ke PCB dan proses layout dengan Autorouter
1. Masih pada aplikasi Schematic, klik “Convert to PCB” pada menu “File”, pilih “Use Schematic Rules” lalu klik OK.
2. Kemudian aplikasi PCB Layout akan terbuka dan jika semua benar akan tampil seperti ini.
3. Atur tata letak komponen dengan menggesernya.
4. Setup Autorouter pada menu Route > Autorouter Setup.
5. Untuk mode single layer, klik tab setting lalu ubah priority Layer Top menjadi OFF.
6. Start autorouter pada menu Route > Run Autorouter.
7. Dan layout PCB kita telah jadi, Simpan layout dengan klik menu File > Save as.
Silahkan download artikel ini dalam format PDF disini
16 Oktober 2014
Cara Masuk Bios Dan Install Ulang Lenovo G405
Beberapa waktu lalu saya
berkesempatan untuk melakukan Install Ulang Laptop Lenovo G405 yang
sebetulnya merupakan pengalaman pertama saya untuk menginstall sistem
operasi untuk Laptop dengan merek Lenovo.
Berbekal sistem operasi Windows 7 dalam DVD proses Install dimulai. Alangkah bingungnya ketika beberapa metode yang biasanya saya gunakan untuk masuk kedalam BIOS tidak bisa berjalan, mulai dari menekan F2, F8, F10 hingga tombol Delete.
Dan ternyata Lenovo G405
punya cara tersendiri untuk masuk kedalam BIOS yaitu dengan Menekan
Tombol "fn" dan "F2" Secara bersamaan, sungguh merupakan pengalaman yang
baru bagi saya yang awam ini.
Begitu juga dengan pengaturan booting, untuk memilih DVD sebagai media yang pertama kali dibaca saat komputer sedang booting tetap gunakan tombol "fn" yang dikombinasikan dengan F6, dan untuk masalah yang lain-lain selebihnya sama dengan pengaturan BIOS Laptop Lain.
Sistem Operasi Untuk Lenovo G405
Karena rekomendasi Sistem Operasi untuk Lenovo G405 seharusnya Windows 8, sesuai dengan instruksi
yang diberikan oleh Microsoft kepada semua produsen komputer dunia saya
sedikit was-was karena takut jika CD Driver yang ada tidak cocok dengan
OS yang saya Install.
Namun syukurnya ketakutan
saya hilang, karena hampir semua driver yang ada dalam CD bawaan Laptop
dapat terinstall dengan sempurna. Walaupun ada beberapa driver atau
aplikasi yang tidak dapat terpasang seperti Aplikasi Kamera,
Alternatifnya harus ganti dengan software pihak ketiga seperti Youcam.
Sebenarnya, saya masih punya Senjata Andalan lain yang begitu ampuh untuk mengatasi permasalahan driver untuk semua laptop atau komputer. Namanya juga senjata andalan
alias pamungkas, tentunya dikeluarkan disaat-saat genting saja, jika
masih bisa dihandle dengan driver yang ada, tidak usah dipakai.
Proses Instalasi Windows 7
prosesnya sama saja sebetulnya, tinggal memamsukkan DVD Installer dan
pastikan BIOS sudah disetting untuk membaca DVD pertama kali.
Setelah Instalasi
Setelah instalasi Windows
7 32 bit sukses, dan driver dari CD bawaan laptop telah terinstall,
saya menemukan masalah lain pada VGA Laptop yang diperkuat APU AMD E2100
dan Graphics AMD Radeon HD8210 ini.
Control panel AMD Vision Enggine (pada saat berada halaman muka, klik kanan dan Control Panel AMD Vision Enggine ada pada paling atas)
tidak bisa dibuka, karena dari pesan Error yang muncul, dibutuhkan
Microsoft Net Framework 4,5 untuk menjalankan aplikasi bawaan VGA untuk
mengatur kualitas grafis. Sebenarnya VGA sudah terinstall dengan benar,
terbukti saat membuka Ccleaner keterangan yang ditampilkan VGA laptop sudah AMD Radeon 8210.
Download Microsoft Net Framework 4,5 disini, insya alloh pesan error akan segera hilang setelah laptop direstart.
Nah itulah tutorial singkat tentang bagaimana Cara Masuk Bios Dan Install Ulang Lenovo G405, semoga bisa membantu menyelesaikan permasalahan anda.
Terima Kasih
Langganan:
Postingan (Atom)

